Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum dan Sebaran Matakuliah

Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum program studi Pendidikan Bahasa Inggris disajikan pada Tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1: Struktur Kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

 

NO KELOMPOK MATA KULIAH MATA KULIAH SKS MATA KULIAH PBI
Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) 14 SKS Pengantar Studi Islam 3
Studi Al Quran 2
Studi Hadits 2
Bahasa Indonesia 3
Bahasa Arab I (non SKS)
Bahasa Arab II (non SKS)
Bahasa Arab III (non SKS)
BahasaInggris I (non SKS)
BahasaInggris II (non SKS)
BahasaInggris III (non SKS)
IAD, ISD, IBD 2
Civic Education 2
TOTAL 14    
Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) 24 SKS Approaches to TEFLndonesia    3
Classroom management 32
Intercultural communication for language teachers    2
English curriculum 3
CALL 3
Introduction to Innovation and Creativity in Language Teaching 2
Language testing 3
Introduction tolinguisticsribadian 2
English Phonology 2    
English Morphosyntax 2    
Semantics & Pragmatics 2    
Introduction to Literature 2    
Poetry 2    
Prose 2    
Intensive course 8    
Literal listening 2    
Interpretive listening 2    
Critical listening 3    
Speaking for everyday communication 3    
Speaking for group activities 3    
Speaking for formal setting 3    
Literal reading 2    
Interpretive reading 3    
Critical reading 3    
Extensive reading 2    
Paragraph writing 3    
Essay writing 3    
Argumentative writing 3    
Research proposal writing 3    
Basic English grammar 2    
Complex English grammar 2    
Grammatical analysis 3    
Instructional materials Development 3    
Research methods in ELT 3    
Sociolinguistics 2    
EYL 2    
Preparation for international standardized tests 2    
CAR 2    
Creative Writing 2    
English Drama 2    
TOTAL 104    
Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) SKS Filsafat Pendidikan 3
Perkembangan peserta didik 3
Psycholinguistics in Language teaching 3
Classroom discourse 2
Translation and interpretation 2
ESP 2
TOTAL 15    
Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) Research statistics 2
Thesis writing 6
Thesis proposal seminar 2
Micro teaching (PPL1)Kesejahteraan 2    
Total 12    
Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) KuliahKerjaNyata (KKN) 4
Teaching Internship (PPL II)TOTAL 4  
Total 8  
Mata Kuliah Keahlian Alternatif (MKKA)  
English for sales and marketing 2
Business English 2
English for public relation Masalah 2
English for guide and tourism Daerah 2
TOTAL 8    
JUMLAH KESELURUHAN 161    

 

 

  • Sebaran MatakuliahTabel 3.2: Sebaran Matakuliah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

 

        1. Berdasarkan struktur matakuliah seperti disajikan pada Tabel 3.1 di atas, setiap matakuliah akan ditawarkan dalam 8 (delapan) semester. Sebaran matakuliah pada delapan semester disajikan pada Tabel 3.2 berikut:

Semester 1

No Kode MK SKS
1 Pengantar Studi Islam 3
2 Studi AlQuran 2
3 TPKI (Tehnik Penulisan karya Ilmiah) 3
4 IAD/IBD/ISD 2
5 Pancasila dan Kewarganegaraan 2
6 Filsafat Pendidikan 2
7 Intensive course 8
Total SKS yang ditawarkan 21

 

Semester 2

No Kode MK SKS
1 Literal listening 2
2 Speaking for Everyday Communication 3
3 Literal reading 2
4 Paragraph writing 3
5 Studi hadist 2
6 Basic English grammar 2
7 Introduction to linguistics 2
8 Introduction to Literature 2
9 Introduction to Creativity and Innovation in Language Teaching 2
10 Perkembangan peserta didik 2
Total SKS yang ditawarkan 22

 

Semester 3

No Kode MK SKS
1 Interpretive listening 2
2 Speaking for group activities 3
3 Interpretive reading 3
4 Extensive reading 2
5 Essay writing 3
6 Complex English grammar 2
7 Grammatical analysis 3
8 English phonology 2
9 Prose 2
Total SKS yang ditawarkan 22

Semester 4

No Kode MK SKS
1 Critical listening 3
2 Speaking for formal setting 3
3 Critical reading 3
4 Argumentative writing 3
5 Approaches to TEFL 4
6 Classroom management 3
7 Morphosyntax 2
Total SKS yang ditawarkan 21

Semester 5

No Kode MK SKS
1 Research proposal writing 3
2 English curriculum 3
3 Instructional Materials Development 3
4 Language testing 3
5 Research methods in ELT 3
6 Psycholinguistics in Language Teaching 2
7 Intercultural communication for language teachers (ICLT) 2
8 Elective 1 2
Total SKS yang ditawarkan 21
No Kode Semester 6 SKS
1 Semantics and Pragmatics 2
2 Poetry 2
3 CALL 3
4 Micro teaching (PPL 1) 2
5 Research statistics 2
6 CAR 2
7 Elective 2 2
8 Elective 3 2
9 Elective 4 2
Total SKS yang ditawarkan 19
Semester 7
No Kode MK SKS
1 Elective 5    2
2 Teaching internship (PPL 2) 4
3 Thesis proposal seminar 2
4 KKN 4
Total SKS yang ditawarkan 12

 

Semester 8

No Kode MK SKS
1 Thesis 6
2 English for sales and marketing 2
3 Business English 2
4 English for public relation Masalah 2
5 English for guide and tourism Daerah 2
Total SKS yang ditawarkan 14

 

  • Muatan Kurikulum Multidispliner Berkarakter

 

Muatan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • Pendidikan Integrasi Keilmuan Multidisipliner

 

Muatan kurikulum pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris didasarkan pada paradigma integrated twin towers (menara kembar tersambung), sebagaimana yang menjadi paradigma baru pengembangan keilmuan IAIN Sunan Ampel. Konstruksi simbolis ini diperlukan sebagaimana tampak dalam berbagai usaha yang dilakukan di berbagai negara dengan memilih mercu suar, bangunan tinggi sebagai perwujudan tercapainya cita-cita yang dicanangkan. Bangunan tinggi merupakan realisasi dan simbol tertaklukkannya peradaban.

Bagunan paradigmatik-filosofis integrated twin towers ini dilandasi oleh adanya pandangan bahwa antara ilmu-ilmu keislaman dan science mempunyai basis landasan dan dapat berkembang sesuai dengan karakter dan obyek spesifik yang dimiliki. Kemudian, dalam perkembangannya, keduanya dapat saling menyapa, bertemu dan mengaitkan diri satu sama lain dalam suatu pertumbuhan yang terkoneksi. Pandangan semacam ini yang kemudian diwujudkan dalam suatu simbol pradigmatik-filosofis integrated twin towers. Harapannya, muatan kurikulum seperti di atas dapat memberi kontribusi perkembangan ilmu melalui menara kembar tersambung yang dibangun, dengan memberikan perhatian yang sama terhadap dua sisi ilmu (agama dan umum) sehingga dapat menjadi penerang bagi satu sama lain.

Ada dua strategi yang akan dilakukan: (1) pengasramaan model pesantren selama 2 semester bagi mahasiswa baru di semua jurusan, dan (2) penguatan spiritualisasi keilmuan umum. Kedua strategi ini menunjuk kepada kerangka pengembangan praktik penyelenggaraan pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Strategi pertama berdimensi kegiatan nonkurikuler (termasuk melalui skema pendampingan mahasiswa yang dikelola oleh Pusat Pendampingan Mahasiswa (Puspema), dan diselenggarakan semaksimal mungkin sesuai dengan tingkat kekuatan dan kapasitas kelembagaan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Adapun strategi kedua berdimensi kurikuler dengan menunjuk kepada prinsip integralisasi keilmuan sosial-humaniora serta sains dan teknologi dengan keislaman.

Masa pengasramaan model pesantren hingga 2 semester di atas dimaksudkan untuk menjamin pendalaman dan pengayaan pemahaman seluruh mahasiswa atas ajaran Islam dan sekaligus praktik implementatifnya. Untuk kepentingan ini, IAIN Sunan Ampel saat ini telah memiliki pesantren mahasiswa yang, meskipun belum sanggup menampung semua mahasiswa baru, mampu menjadi penyedia layanan akademik dan sosial keagamaan melalui pengasramaan model pesantren. Penguatan kemampuan akademik terhadap ilmu-ilmu keislaman menjadi fokus utama penyelenggaraan akademik melalui pengasramaan model pesantren ini. Selain keilmuan agama yang menjadi fokus materi akademiknya, penguatan keterampilan teknis bahasa asing, Arab dan Inggris, menjadi perhatian penting. Dengan begitu, ada standar minimal dari pembelajaran ilmu-ilmu keislaman yang harus dimiliki oleh seluruh mahasiswa untuk kelak menunjang penguasaan kompetensi sebagai lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Terkait dengan pengembangan semangat spiritualisasi keilmuan umum yang menjadi strategi kedua, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, melalui paradigma integrated twin towers dimaksud, berketetapan hati untuk melakukan penguatan materi Islam dalam penyelenggaraan pembelajaran keilmuan umum (sosial-humaniora serta sains dan teknologi), dan sebaliknya penguatan pembelajaran materi science dalam pembelajaran keilmuan Islam. Penguatan akademik ini penting agar tidak ada jarak dikotomis antara pembelajaran keilmuan umum dan ilmu-ilmu agama. Ujung dari penguatan akademik ini, ilmu-ilmu keislaman didesain untuk tidak akan terpinggirkan, melainkan justeru mengalami penguatan, dalam kerangka kurikulum yang dikembangkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Pada tataran operasional praktis, model pembobotan akademik di atas dilakukan dalam kerangka penguatan dua kepentingan sekaligus. Kepentingan pertama adalah untuk penguatan Islamisasi nalar, dan bukan Islamisasi ilmu pengetahuan (sosial-humaniora serta sains dan teknologi). Seperti yang menjadi semangat dasar pengembangan keilmuan secara umum di IAIN Sunan Ampel Surabaya, alih-alih menaruh perhatian pada Islamisasi ilmu pengetahuan (sosial-humaniora serta sains dan teknologi), Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris lebih berorientasi pada Islamisasi nalar yang dibutuhkan untuk terciptanya tata keilmuan yang saling melengkapi antara ilmu-ilmu keislaman, sosial-humaniora, serta sains dan teknologi. Kepentingan kedua terkait dengan upaya IAIN Sunan Ampel Surabaya menuju world-class university, seperti dijelaskan di atas, dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berupaya menjadi bagian penting dari perbaikan mutu pendidikan menuju prestasi akademik tersebut. Model pembobotan akademik seperti diuraikan di atas memiliki nilai strategis untuk penguatan profesionalisme mahasiswa menuju lulusan yang mendekati kualifikasi akademik yang dimiliki oleh world-class univeristy.

Selain itu, sebagai komponen pelengkap, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris juga segera memperkuat kapasitas dari apa yang lebih dikenal dengan hidden curriculum. Dalam teknis pendidikan, istilah hidden curriculum menunjuk di antaranya kepada kondisi sosio-kultural setempat serta figur individu yang menjadi pelaku praktis pembelajaran di kelas. Figur dimaksud dalam konteks pendidikan tinggi adalah dosen. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris segera menyelenggarakan kegiatan akademik yang lebih dikenal dengan istilah Program Pengarusutamaan Keilmuan Keislaman (Islamic Studies Mainstreaming Program). Program kegiatan iniberupa workshop wajib (compulsory) peningkatan keilmuan keislaman yang diperuntukkan bagi seluruh dosen mata kuliah keilmuan sosial-humaniora serta sains dan teknologi.

Program ini berperan penting tidak saja untuk menjamin pemahaman dan pengetahuan yang memadai tentang Islam, akan tetapi juga untuk memberikan kemampuan kepada para dosen untuk melakukan sinergi antara keilmuan sosial-humaniora serta sains dan teknologi dan keilmuan keislaman. Secara teknis pelaksanaan program, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris bekerjasama dengan Pusat Informasi dan Kajian Islam (PIKI) dan Laboratorium Keagamaan. PIKI bertanggung jawab atas peningkatan pemahaman studi Islam, dan Laboratorium Keagamaan bertugas pada penjaminan keterampilan baca al-Qur’an.

Secara numerik, pengembangan muatan kurikulum di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dilakukan dengan pemenuhan kriteria model pendidikan integrasi keilmuan multidispliner (dengan paradigma twin towers) sebagaimana berikut:

  1. Melakukan perencanaan dan pelaksanaan perkuliahan melalui pengembangan nilai dan semangat multidisipliner dengan satu sisi materi sebagai pendekatan dan sisi lainnya sebagai subject matter.
  2. Mempergunakan pendekatan yang memadukan antara keilmuan Islam, sosial-humaniora serta sains-teknologi.
  3. Menyelenggarakan pembelajaran berbasis penelitian dengan menggunakan data dan analisis yang mendukung studi multidipliner.
  4. Melakukan penelitian yang menunjang kepentingan pembelajaran dengan mamaksimalkan pendekatan keislaman dan keilmuan relavan secara multidisipliner

 

  • Pendidikan Life Skills dan Pendidikan Karakter

 

Penjelasan atas Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 26 Ayat 3 menyatakan bahwa, Pendidikan kecakapan hidup (life skills) adalah pendidikan yang memberikan kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan intelektual, dan kecakapan vokasional untukbekerja atau usaha mandiri. Kecapakan hidup meliputi kecakapan hidup generik (general life skills) dan kecakapan hidup spesifik (specific life skills).

Kecakapan hidup generik adalah kecakapan yang bersifat umum baik personal maupun sosial sebagai prasyarat untuk memperoleh kemampuan tertentu dari spektrum keilmuan dan kejuruan yang sangat luas. Kecakapan ini juga sering disebut dengan soft skills. Kecakapan hidup generik terdiri atas kecakapan personal dan kecakapan sosial. Kecakapan personal memuat kesadaran diri sendiri dan kecakapan berpikir. Kesadaran diri sendiri meliputi kesadaran sebagai makhluk Tuhan, kesadaran sebagai makhluk sosial dan kesadaran sebagai bagian dari lingkungan alam. Kecakapan berpikir meliputi kecakapan menggali informasi, kecakapan mengolah informasi, kecakapan mengambil keputusan, kecakapan menyelesaikan masalah, kecakapan berpikir kritis dan kecakapan berpikir kreatif. Kecakapan sosial terdiri atas kecakapan berkomunikasi dan kecakapan bekerjasama. Kecakapan berkomunikasi memuat kecakapa mendengarkan, berbicara, membaca dan menuliskan gagasan. Kecakapan bekerjasama memuat kecakapan sebagai teman sejawat dan kecakapan sebagai leader.

Kecakapan hidup spesifik merupakan pengejawantahan kecakapan generik, sering juga disebut dengan kompetensi teknis (hard skills). Kecakapan ini membutuhkan fondasi kecakapan generik yang memadai, sehingga orang yang ingin memiliki kecakapan spesifik yang bagus dipersyaratkan mempunyai kecakapan generik yang bagus pula. Kecakapan hidup spesifik terdiri atas kecakapan akademik dan kecakapan vocasional. Kecakapan akademik memuat kecakapan menggali dan menemukan informasi, kecakapan menginventarisir informasi, kecakapan melakukan mapping informasi, kecakapan mengolah atau menganalisis informasi (verifikasi, validasi, trianggulasi, konklusi), kecakapan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah dan mengembangkan keilmuan. Kecakapan vocasional adalah kecakapan hidup yang dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata di masyarakat. Berisi tentang aplikasi teori keilmuan yang dipelajari (kecakapan hidup akademik) pada konteks kehidupan langsung. Misalnya penggunaan teori atau prinsip berpikir ilmiah pada penyusunan proposal penelitian. Pada hal-hal berikut: (a) aktifitas ekonomi marketing, kewirausahaan dan bisnis, maka muncullah 4P dalam Marketing (place, price, product, promotion) dan (b) bagi para tokoh masyarakat (leader) sebagai instrumen memecahkan konflik di masyarakat, takmir masjid, lembaga pendidikan, dsb.

Erat kaitannya dengan kecakapan hidup adalah pendidikan karakter sebagai proses pembiasan peserta didik dalam pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif.Muatan kurikulum di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dikembangkan menuju visi pendidikan yang Islami dengan segala karakteristik yang dimiliki. Muatan kurikulum dimaksud dioperasionalkan melalui proses yang mengantarkan mahasiswa menjadi individu yang utuh, tidak sekadar menguasai materi, melainkan juga melaksanakan pengetahuan yang didapat. Dengan begitu, penguatan kapasitas dan jati diri sebagai muslim dan bangsa Indonesia.

Penguatan muatan kurikulum di atas diharapkan membantu mengembangkan peran Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai lembaga layanan pendidikan tinggi yang berkarakter dan memiliki jati diri yang kuat. Selain tentunya berkarakter Islami dalam pengertian yang substantif, penguatan muatan kurikulum dimaksud membantu mengantarkan dosen‐dosennya selain harus menjadi teladan bidang ilmu dan moral, juga mampu memberikan wawasan dan perspektif keilmuan yang dapat merespon tantangan global dan kebutuhan masyarakat dunia, selain juga masyakarat lokal dan Indonesia. Kekuatan ini yang didukung dengan kurikulum yang responsif serta ditopang dengan kerjasama dengan lembaga lain, terutama Internasional diharapkan dapat menarik calon‐calon mahasiswa dari luar Indonesia.

Karakteristik lainnya akan diletakkan pada pengedepanan entrepreneurship. Jiwa kewirausahaan yang saat ini mulai digalakkan akan terus dikembangkan sehingga menjadi bagian dari darah kental yang mengaliri tubuh universitas. Dengan demikian lulusan program studi Pendidikan Bahasa Inggrisakan menjadi manusia yang siap menghadapi arus perkembangan kehidupan dengan seluk beluknya.

Dari beragam karakter yang diharapkan secara nasional, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris memberikan prioritas dan perhatian lebih pada beberapa karakter berikut:

  1. Religius. Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  3. Toleran. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  4. Disiplin. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
  5. Kerja Keras. Tindakan yang menunjukkan perilaku tangguh dan berorientasi maju.
  6. Kreatif. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  7. Mandiri. Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  8. Demokratis. Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Rasa Ingin Tahu. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
  10. Nasionalis. Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Menghargai Prestasi. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  12. Bersahabat/Komunikatif. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Cinta Damai. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  14. Cinta Ilmu. Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan, memperdalam dan berbagi ilmu yang memberikan kebajikan bagi dirinya dan masyarakatnya.
  15. Peduli Lingkungan dan Sosial. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi, serta memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
  16. Tanggung Jawab. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
  17. Berpikir metakognitif. Tata pikir reflektif yang menunjukkan kemampuan diri atas cara berpikir kritis, sintetis, dan analitis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *